Mengenal Teknologi Virtualisasi – Part 1

Pada kesempatan ini saya akan mengulas mengenai teknologi virtualisasi (virtualization) yang sedang menjadi tren di dunia IT. Tenaga IT yang mempunyai sertifikasi di bidang virtualisasi ini juga masih jarang di Indonesia sehingga perluang mendapatkan untuk salary yang cukup besar masih terbuka lebar. Secara ringkas virtualisasi di komputer adalah cara bagaimana dengan sebuah komputer fisik kita dapat menjalankan beberapa komputer atau sistem operasi (secara virtual) diatasnya. Komputer fisik ini disebut dengan host, dan mesin virtual (virtual machine) yang berjalan di atasnya disebut dengan guest. Sebuah komputer host mempunyai sumberdaya yang nanti akan dapat digunakan oleh guest, misalnya: CPU (processor), RAM, hardisk, DVD driver, network, dsb.

virtualization_overview

Solusi virtualisasi ini sangat menguntungkan bagi perusahaan atau organisasi yang mempunyai banyak server di lingkungannya. Dengan virtualisasi maka server fisik yang jumlahnya banyak menyita ruangan dan memakan power listrik yang besar dapat divirtualisasikan ke dalam satu atau beberapa server fisik saja. Ini sangat dimungkinkan karena kekuatan komputasi komputer sekarang sudah sangat tinggi. Akan sayang jika sebuah komputer server yang sangat powerfull hanya digunakan untuk menjalan sebuah atau beberapa service (misalnya untuk web server atau mail server).

Dengan virtualisasi maka kita jadikan komputer server tersebut sebagai host yang di atasnya kita bisa setup beberapa mesin virtual (guest) dan berjalan bersamaan. Jumlah mesin virtual yang dapat dijalankan tergantung kepada besaran RAM dan kekuatan prosesor komputer host (bisa mulai dari 2 hingga puluhan mesin virtual). Dengan demikian kita bisa memangkas jumlah server fisik yang ada di lingkungan organisasi kita. Sangat menarik bukan?

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita bisa menjalankan virtualisasi, teknologi virtualisasi mana yang cocok untuk lingkungan saya, kebutuhan hardware dan softwarenya etc? Jawaban dari pertanyaan ini akan saya tulis di bagian yang kedua dari tulisan ini karena terlalu panjang. Yang jelas beberapa keuntungan yang kita dapatkan dari implementasi virtualisasi ini adalah sbb:

  • Konsolidasi server: kita bisa menambah jumlah server tanpa harus menambah server fisik di lingkungan (ujung-ujungnya lebih hemat biaya daripada beli server baru). Jika ingin menambah server baru maka cukup dengan membuat virtual machine baru dan kemudian menginstall sistem operasi di dalam virtual machine ini. Dengan catatan bahwa resource server fisik masih cukup memedai untuk menjalankan virtual machine baru di atasnya, maka kita dapat menambahkan berapapun guest baru sesuai kebutuhan.
  • Penghematan energi: dengan menurunnya jumlah server fisik maka kebutuhan listrik juga berkurang. Energi yang dibutuhkan hanya sejumlah unit server fisik saja. Dengan berkurangnya jumlah fisik server juga implikasinya adalah kebutuhan pendingan ruangan (AC) juga ikut berkurang. Konsekuensinya tagihan listrik bisa ditekan. Go green lah istilahnya…
  • Manajemen yang lebih sederhana: dalam teknologi virtualisasi biasanya disediakan panel untuk melakukan manajemen dan montoring mesin virtual yang sedang berjalan. Jadi kita bisa mengendalikan semua server dari depan monitor komputer sambil ngopi-ngopi :D. Lebih mudah dan ringan daripada berhadapan dengan real server kayak biasanya. Selain itu jika bermaksud untuk mengupgrade spesifikasi virtual machine (misalkan menambah RAM, hardisk, jumlah core CPU dsb) bisa dilakukan secara software. Tinggal melakukan klik sana klik sini, dan setelah selesai tinggal melakukan reboot virtual machinenya dan voila…virtual machine kita sudah berubah speknya dalam waktu yang cepat dan singkat. Tidak perlu repot-repot membongkar casing untuk memasang CPU, RAM atau hardisk baru.
  • Mengurangi kerepotan proses backup dan recovery: Teknologi virtualisasi menyediakan fasilitas untuk melakukan backup dan restore virtual machine kita secara on the fly tanpa harus menshutdown server. Efeknya sistem kita tidak akan lumpuh sedetikpun. Beda dengan proses backup dan recovery umumnya yang umumnya terdiri dari puluhan ribu file dan directory dengan kapasitas yang besar. Pada teknologi virtualisasi, sebuah virtual machine dapat kita backup ke dalam sebuah backup image yang dapat disimpan di hardisk yang terpisah atau bahkan di komputer lain lewat jaringan. Proses backup sebuah virtual machine umumnya tidak butuh waktu yang lama dan dapat dikerjakan pada saat virtual machine masih berjalan. Hebatnya lagi kita juga bisa memindah-mindahkan sebuah virtual machine dari server fisik satu ke server fisik lainnya tanpa harus dimatikan.
  • Sebagai sarana pengetesan software/aplikasi: seorang IT manager bisa melakukan simulasi atau pengetesan software/aplikasi yang baru di dalam virtual machine untuk mengetahui tingkah lakunya sebelum dideploy di real environment. Singkatnya untuk evaluasi dan mengurangi resiko sistem yang berjalan apabila langunsg dijalankan di lingkungan real.
  • Menjalankan aplikasi lawas: kadang-kadang di organisasi kita masih menjalankan aplikasi lawas (mungkin ditulis pakai pemrograman FoxPro atau Clipper atau COBOL :D) yang mana jika dijalankan di komputer dengan sistem operasi yang terbaru sekarang ini maka aplikasi tersebut tidak akan bisa berjalan. Solusinya kita mensetup sebuah virtual machine dan menginstall sistem operasi yang sesuai dengan aplikasi tersebut, sehingga aplikasi kita tetap bisa berjalan tanpa kita harus menulis ulang aplikasi tersebut dengan bahasa pemrograman masa kini ?
  • Menjalan aplikasi platform lain: misalnya kita memakai Linux tapi kita butuh untuk menjalankan aplikasi yang kebetulan aplikasi tersebut hanya bisa jalan di Windows. Daripada kita harus mengganti sistem operasi Linux kita dengan Windows agar aplikasi tersebut bisa berjalan, maka solusi paling gampang tinggal kita buat virtual machine baru dan install Windows dan aplikasi tadi di atasnya. Beres. ?

Selain benefit atau keuntungan, virtualisasi juga harus diperhatikan jika timbul masalah seperti di bawah ini agar tidak terjadi semua virtual machine yang kita punyai hilang atau rusak:

  • Pusatnya bermasalah semuanya runyam: maksudnya jika server fisik/induk mengalami masalah, maka semua virtual machine yang ada didalamnya tidak bisa digunakan. Untuk itu perlu diantisipasi dengan menyediakan fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan menerapkan prinsip failover atau clustering.
  • Spesifikasi hardware yang mumpuni: virtualisasi membutuhkan spesifikasi server yang lebih tinggi untuk menjalankan server fisik dan mesin virtual didalamnya.
  • Serangan fatal ke pusat jantung: penempatan semua server dalam satu komputer fisik akan menjadikannya sebagai target serangan. Jika hacker mampu menerobos masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan ia mampu menyusup kedalam server-server virtual dengan cara menggunakan informasi yang ada pada server induk tersebut.

Itu dulu sekilas tulisan mengenai teknologi virtualisasi untuk bagian pertama. Next saya akan coba bahas mengenai klasifikasi teknologi virtualisasi dan solusi software virtualisasi baik yang gratis maupun yang berbayar. Ciaoo…

 

Spread the love
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *