Mengenal Teknologi Virtualisasi – Part 2 (Hypervisor)

Dear pembaca, melanjutkan tulisan saya di bagian pertama maka di bagian kedua ini saya akan coba membahas sedikit lebih mendalam mengenai teknologi teknologi virtualisasi yaitu Hypervisor.  Secara singkat hypervisor adalah program yang ada di dalam komputer kita yang mana dengan program ini memungkinkan kita untuk menjalankan beberapa mesin virutal dengan sistem operasinya (entah Linux, Windows, FreeBSD, MacOS atau lainnya tergantung dari kemampuan hypervisor) dalam sebuah server fisik  (host). Mesin virtual (guest) tersebut akan menggunakan sumberdaya yang ada di host secara bersama-sama. Untuk itu di hypervisor kita harus terlebih dahulu membuat mesin virtual dan kemudian menjalankannya sebagaimana layaknya sistem operasi berjalan pada komputer sesungguhnya.

Bagi yang pernah sekolah atau kuliah yang mempelajarkan jaringan komputer, pasti pernah mencoba atau sekedar mendengar teknologi virtualisasi semisal VirtualBox atau VMWare Workstation. Setelah tuntas membaca tulisan ini maka pembaca akan paham masuk ke kategori hypervisor yang mana software virtualisasi tadi. Di mana secara umum ada 2 jenis hypervisor, yaitu Type 1 dan Type 2. Oke kita bahas sekarang apa perbedaanya.

Hypervisor Type 1

Hypervisor type 1 berjalan secara langsung di atas hardware host untuk mengontrol sumberdaya hardware dan melakukan fungsi manajemen mesin virtual. Kalau kita amati Hypervisor Type 1 adalah sistem operasi yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk hanya menjalankan fungsi virtualisasi. Sehingga setelah komputer di boot, komputer kita murni akan berfungsi hanya untuk menjalankan virtualisasi saja dan tidak dapat digunakan untuk pekerjaan atau tugas lain (misalnya browsing atau main game hehehe..).

hypervisor_type_1
Keuntungan dari Hypevisor Type 1 ini adalah virtualisasi berjalan dengan cepat dan resource host dapat dialokasikan secara maksimal karena tidak perlu meload sistem operasi dan aplikasi lain yang tidak diperlukan selain untuk keperluan virtualisasi. Hypervisor Type 1 kadang-kadang disebut juga dengan “native” atau “bare-metal”. Contoh dari Hypervisor Type 1 ini adalah Microsoft Hyper-V, VMWare vSphere ESXi, Citrix XenServer, dan KVM (Kernel-based Virtual Machine) yang bersifar open source.

Hypervisor Type 2

Berbeda dengan Hypervisor Type 1, maka Hypervisor Type 2 berjalan di atas sistem operasi umumnya yang kita gunakan, bisa Linux, FreeBSD, Windows atau MacOS. Setelah sistem operasi terinstall di komputer kita, langkah selanjutnya adalah kita menginstall software virtualisasi dan dilanjutkan dengan membuat mesin virtual di atasnya. Dengan demikian Hypervisor Type 2 mutlak memerlukan sistem operasi yang harus sudah running terlebih dahulu agar dapat berjalan. Contoh dari Hypervisor Type 2 ini adalah VMWare Workstation dan Oracle VirtualBox yang saya yakin pembaca sudah familiar menggunakan.

hypervisor_type_2

Oke pembaca, demikian tulisan saya mengenai Mengenal Teknologi Virtualisasi bagian yang kedua berkaitan dengan konsep Hypervisor. Next artikel saya kan bahas mengenai teknologi virtualisasi yang biasanya dijalankan di lingkungan desktop dan juga untuk lingkungan server, beserta dengan vendor pemain virtualisasi ini. Ciaooo…

 

Spread the love
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *